Kenali Berbagai Penyebab Nyeri pada Bahu Anda

Bagikan

Bagikan

nyeri pada bahu

Merasakan nyeri pada bahu pastinya menjadi  hal yang kurang nyaman bagi sebagian orang. Rasa nyeri, kekakuan, bahkan kelemahan yang dirasakan pada bahu dapat mempengaruhi aktiivtas seseorang dan berimbas pada menurunnya kekampuan seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari, termasuk saat makan, berpakaian, membersihkan diri, bahkan bekerja. Sebuah artikel yang dibuat oleh Mitchel, dkk dengan judul “Shoulder pain : diagnosis and management in primary care” mengatakan bahwa nyeri bahu menjadi penyebab ketiga seseorang datang berkonsultasi ke rumah sakit.(1)

Bahu merupakan bagian tubuh yang kompleks dan terdiri dari banyak komponen. Penyusun bahu terdiri dari tiga tulang besar (tulang clavicula, scapula dan humerus) dan tiga sendi (sendi glenohumeral, sendi sternoclavicular, dan sendi acromioclavicular). Bahu merupakan sendi yang paling “mobile” di tubuh kita karena dapat melakukan enam gerakan (fleksi, ekstensi, abduksi, aduksi, rotasi internal dan rotasi eksternal).(2)

Karena banyaknya komponen yang membangun bahu kita, rasa nyeri pada bahu tidak serta-merta diakibatkan oleh satu penyebab. Terdapat banyak hal yang menyebabkan bahu kita terasa sakit, seperti :

  1. Patah tulang

Patah tulang adalah hal yang umum terjadi pada bahu. Tulang yang paling sering mengalami patah pada area bahu adalah tulang clavicula. Tulang humerus dan scapula juga dapat mengalami patah. Ciri khas yang dapat dilihat sata terjadi patah tulang adalah ras anyeri yang luar biasa dan diikuti dengan bengkak.(2)

  1. Dislokasi bahu

Dislokasi bahu terjadi saat bahu menerima gaya yang terlalu besar dan menyebabkan sendi bahu bergeser bahkan berpindah dari tempatnya. Dislokasi bahu biasanya disebabkan oleh trauma langsung seperti benturan keras. Saat terjadi dislokasi, bentuk bahu akan terlihat berubah dan umumnya seseorang akan kesusahan untuk menggerakan bahunya.(2)

  1. Cedera rotator cuff

Rotator cuff merupakan kelompok otot yang terdapat di bahu dan berfungsi untuk menstabilkan bahu. Cedera pada rotator cuff dapat disebabkan oleh trauma langsung dan akibat terllau banyak beraktivitas. Saat terjadi cedera pada rotator cuff, seseorang akan merasakan nyeri pada bahu dan kelemahan sata menggerakan bahu, terutama saat menggerakan bahu kea rah abduksi dan eksternal rotasi.(2)

  1. Sindrom impingement

Sindrome impingement terjadi sebagai hasil dari peradangan pada rotator cuff atau peradangan pada bantalan di sekitar sendi bahu. Hal yang akan dirasakan saat terjadi sindrom impingement adalah nyeri pada aspek depan-samping pada bahu yang semakin memburuk saat melakukan segala aktivitas yang mengangkat tangan diatas kepala.(2)

  1. Frozen Shouder/Capsulitis Adhesiva

Setelah terjadi cedera pada bahu, frozen shoulder akan terjadi dari periode immobilitas sendi bahu. Frozen shoulder terjadi karena adanya penebalan dan kontraksi dari kapsul sendi glenohumeral yang mengakibatkan turunnya lingkup gerak sendi dan rasa nyeri pada bahu. Untuk membedakan antara cedera rotator cuff dan frozen shoulder, dapat dilakukan dengan pemeriksaan lingkup gerak sendi secara pasif. Pada cedera rotator cuff, lingkup gerak sendi pasif tidak akan terdapat masalah, namun pada frozen shoulder, lingkup gerak sendi pasif akan terbatas.(2)

  1. Bursitis

Bursitis meruakan peradangan pada bantalan yang terdapat di sekitar sendi. Bursitis terjadi pada bahu sebagai akibat dari cedera berulang pada bantalan disekitar sendi. Pada kondisi ini umumnya seseorang akan merasakan tenderness pada ujung bahu, nyeri saat digerakan secara pasif, dan gejala-gejala seperti sindrom impingement. 2

PERAN FISIOTERAPI

Jika anda merasakan nyeri bahu dan merasakan gejala-gejala seperti diatas, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke Fisioterapi terdekat. Jangan melakukan self diagnose yang dapat merugikan Anda. Fisioterapis akan melakukan pemeriksaan sesuai kompetensinya dan memberikan intervensi sesuai dnegan kondisi anda. Dengan mendapatkan perawatan yang tepat, keluhan yang Anda rasakan dapat sembuh secara tepat dan mencegah agar tidak semakin memburuk.

Homecare Fisioterapi Bali
Homecare Fisioterapi Bali

Baca Juga : Mencegah dan Menangani Nyeri Leher Saat Bekerja Menurut Fisioterapi

Dafttar Pustaka

  1. Mitchell C, Adebajo A, Hay E, Carr A. Shoulder pain: diagnosis and management in primary care. BMJ. 2005 Nov 12;331(7525):1124-8. doi: 10.1136/bmj.331.7525.1124. PMID: 16282408; PMCID: PMC1283277. Link : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/16282408/
  2. Ramponi DR. Shoulder pain. Adv Emerg Nurs J. 2011 Apr-Jun;33(2):114-26. doi: 10.1097/TME.0b013e318217c983. PMID: 21543907.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Artikel Kesehatan Terbaru

Play Video