Lumbar Derangement Syndrome – Penatalaksanaan Fisioterapi

Bagikan

Bagikan

Lumbar Derangement Syndrome

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Lumbar Derangement Syndrome

Definisi

Mechanical Diagnosis and Therapy (MDT), juga dikenal sebagai  McKenzie’s approach, adalah pendekatan berbasis bukti untuk manajemen nyeri punggung bawah (LBP).(1) Berdasarkan MDT pada Mc.Kenzie’s Approach keluhan punggung bawah ataupun ekstremitas bawah dibedakan menjadi 3; derangement syndrome, dysfunction syndrome dan postural syndrome.(2) Derangement syndrome merupakan gejala yang cepat dan berkelanjutan yang muncul pada arah yang spesifik pada saat pembebanan mekanis. Bisa kearah anterior, posterior dan sesuai dengan area annulus fibrosus yang terganggu. Apabila keluhan muncul ketika arah pembebanan mekanis pada saat gerakan fleksi disebut anterior derangement. Namun pada derangement syndrome, 83% subjek menunjukkan keterbatasan rentang ekstensi.(3) Permukaan artikular dari dua vertebra yang berdekatan dapat terganggu sebagai akibat dari perubahan annulus fibrosus antara permukaan vertebra.(2) Tanda dan gejala yang ditimbulkan berbeda- beda sesuai dengan tipe derangement pasien namun gejala yang pasti adalah dirasakan nyeri memusat dan menjalar secara bersamaan.

Patofisiologi Lumbar Derangement Syndrome

Patofisiologi dari lumbar derangement syndrome adalah asimetrikal atau ketidaksetaraan pembebanan pada tulang belakang sehingga menyebabkan ketidakseimbangan cairan annulus fibrosus discus yang menyebabkan nyeri. Ketidaksetaraan pembebanan dapat disebabkan oleh gangguan secara anatomis ataupun perpindahan segmen intervertebralis.

Tipe dari Derangement Syndrome

Adapun tujuh tipe dari spinal derangement syndrome:

TypeLocationSymmetricalDeformitySymptoms
1PosteriorX 
2Posterior 
3PosteriorXXDiatas elbow/knee
4PosteriorXDiatas elbow/knee
5PosteriorXXDibawah elbow/knee
6PosteriorXDibawah elbow/knee
7Anterior   

Pemeriksaan Fisioterapi Lumbar Derangement Syndrome

Berdasarkan Mc.Kenzie’s Approach terdapat algoritma pemeriksaan yang dapat dilakukan fisioterapis dalam MDT low back pain.(4)

Gambar 1. Algoritma MDT Spinal Derangement Mc.Kenzie

1. “Apakah ada gerakan berulang yang mengurangi, menghilangkan atau memusatkan rasa sakit?”

Karena penggunaan gerakan berulang untuk menginterpretasikan perilaku nyeri adalah salah satu andalan penilaian McKenzie, pertanyaan ini tepat untuk diajukan pada titik paling awal dalam algoritma. Jika salah satu atau lebih dari enam prosedur gerakan (lying prone; extension in lying (prone on your elbow); cobra style (prone press-ups); exstension in standing; lying double knee to chest; sitting flexion) yang digunakan dalam pemeriksaan memiliki efek menghilangkan atau mengurangi keluhan , maka masalahnya mungkin adalah derangement. Dalam melakukan prosedur gerakan, dapat disertai side-glide atau over-pressure ke gerakan sebagai petunjuk meningkat atau menurunnya nyeri pasien. Jika masalahnya adalah derangement, penilai harus memutuskan nomor derangement syndrome mana yang pasien memiliki, dari 1 sampai 7.

2. “Nyeri sentral atau simetris?”

  • Apabila respon pasien gejala (+) dan terasa memusat (centralised) dan gejala nyeri berkurang atau hilang dengan fleksi berulang tergolong ke derangement syndrome nomor 7
  • Apabila respon pasien gejala nyeri memusat/simetris

– Tidak disertai deformitas kifosis lumbar tergolong ke derangement syndrome nomor 1.

– Disertai deformitas kifosis lumbar tergolong ke derangement syndrome nomor 2.

  • Apabila respon pasien menunjukkan nyeri asimetris atau unilateral dan jika rasa sakit tidak meluas di bawah lutut

– Tidak disertai lateral shift tergolong nomor 3.

– Disertai lateral shift tergolong nomor 4.

  • Apabila respon pasien menunjukan nyeri meluas ke bawah lutut

– Tidak disertai lateral shift tergolong nomor 5.

– Disertai lateral shift tergolong nomor 6.

3. “Apakah nyeri bersifat konstan?”

  • Jawaban positif menunjukkan bahwa terapis harus meninjau pasien setelah 24 jam. Ada dua kemungkinan dalam situasi ini

– Entah kondisi pasien terlalu parah pada tahap ini untuk melakukan penilaian lengkap dan mencapai kesimpulan atau

– Dicurigai adanya patologi yang lebih serius.

  • Tanggapan negatif mengarah ke pertanyaan “Apakah nyeri hanya pada akhir ROM?”

– Jika respon pasien (+) nyeri rentang akhir ROM dan menjalar, terpusat atau hilang dengan gerakan berulang dalam satu sesi, membantu fisioterapis mendiagnosa adanya dysfunction syndrome back pain. Satu-satunya nyeri menjalar yang hadir dalam disfungsi adalah karena perlekatan akar saraf terganggu dan jika hal ini dicurigai, maka tes yang tepat harus dilakukan.

– Jika tidak ada nyeri pada akhir ROM (-), dilanjutkan dengan pertanyaan “Apakah ada nyeri pada pembebanan statis?”. Seorang pasien mungkin mengeluh sakit hanya ketika mengadopsi satu postur untuk jangka waktu tertentu.

– Jika tidak ada nyeri menjalar, pasien mengalami postural syndrome.  Di mana penerapan postur yang benar akan menghilangkan rasa sakit.

– Jika ada nyeri menjalar, maka menurut definisi, pasien mengalami derangement.

4. Respon negatif untuk semua pertanyaan di atas menunjukkan bahwa diagnosis tidak dapat dibuat. Untuk membantu fisioterapis dalam diagnosis, disarankan agar latihan provokatif dilakukan, yang dapat mengungkapkan sifat sebenarnya dari kondisi tersebut. Misalnya, ketika terapis mencurigai adanya kemungkinan kelainan posterior tetapi tidak terbukti, latihan fleksi harus dicoba, dengan peringatan kepada pasien untuk menghentikan latihan jika timbul rasa sakit, dan melaporkan gejalanya.

Pemeriksaan fisioterapi lainnya yang dapat dilakukan untuk mendiagnosa lumbar derangement syndrome diantaranya:

  • Tes Motorik dan Sensoris akar saraf yang keluar dari vertebra yang terganggu  : Tidak ada defisit motorik atau sensorik.(1)
  • Straight leg raise (SLR) yang dilakukan pada kedua kaki secara bergantian: negative.(1)
  • Membungkuk ke depan (forward bending) dan membungkuk ke belakang (backward bending), duduk selama 10 menit, bangun dari duduk pada fase ekstensi trunk dan berdiri selama 10 menit memprovokasi rasa nyeri, tetapi berjalan dan berbaring menjadi faktor memperingan dan tidak memunculkan keluhan.

Pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan adalah MRI dan CT-discogram untuk memeriksa kondisi diskus vertebra.(5)

Baca Juga : Penatalaksanaan Fisioterapi pada Sinus Tarsi Syndrome

Referensi:

  1. Takasaki H, May S. Concerns related to the accurate identification of anterior derangement syndrome in mechanical diagnosis and therapy for low back pain: A case report. Physiother Theory Pract [Internet]. 2020;36(4):533–41. https://doi.org/10.1080/09593985.2018.1488906
  2. Nambi G, Chandra S, Gohill D. Effect of Mckenzie Therapy and Lumbar Strengthening Program in Lumbar Spine Derangement Syndrome 1 . 2018;5(3):160–4. ISSN 2394-3211
  3. Clare HA, Adams R, Maher CG. Construct validity of lumbar extension measures in McKenzie’s derangement syndrome. Man Ther. 2007;12(4):328–34. https://doi.org/10.1016/j.math.2006.07.006
  4. Kilby J, Stigant M, Roberts A. The Reliability of Back Pain Assessment by Physiotherapists, Using a ‘McKenzie Algorithm.’ Physiother (United Kingdom) [Internet]. 1990;76(9):579–83. http://dx.doi.org/10.1016/S0031-9406(10)63053-2
  5. Bednar DA, Bednar ED. Internal lumbar disc derangement with instability catch from monosegmental discopathy. The forgotten mechanical and kinetic surgical back pain syndrome. Clin Neurol Neurosurg [Internet]. 2022 Jan;212:107033. https://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S030384672100562X

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Fisioterapi Terbaru

Play Video