Pronator Teres Syndrome – Penatalaksanaan Fisioterapi

Bagikan

Bagikan

Pronator Teres Syndrome

Penatalaksanaan Fisioterapi pada Pronator Teres Syndrome

Definisi

Pronator Teres Syndrome (PTS) merupakan salah satu jenis neuropati yang diakibatkan oleh kompresi  nervus medianus oleh otot pronator teres.(1) Pronator teres syndrome merupakan suatu kondisi yang langka terjadi.(2) Pronator teres merupakan salah satu otot pada lengan bawah. Fungsi utama otot ini adalah menghasilkan gerakan pronasi pada lengan bawah. Pada kasus umumnya, pronator teres syndrome terjadi karena kompresi pada kedua origo otot pronator teres, yaitu pada humeral head yang ukurannya lebih besar dan terletak pada bagian atas dari epikondilus medial, dan ulnar head yang ukurannya lebih kecil dan terletak di prosesus koronoid ulna.(1)

Penyebab umum terjadinya kompresi nervus medianus oleh otot pronator teres adalah adanya hipertropi otot yang diakibatkan oleh beban kerja otot yang berlebihan atau adanya trauma yang dapat menyebabkan hematoma bahkan deformitas. Sindrom ini juga dikaitkan dengan struktur anatomis dari origo otot pronator teres, seperti adanya anomalous struthers ligament.(3) Keberadaan ligamen ini termasuk jarang dan hanya dilaporkan sekitar 0.7% – 2.7% dari populasi. Kasus PTS yang disebabkan oleh ligamen ini juga terbilang sangat langka, sekitar 0.5% saja.(4)

Pronator teres syndrome merupakan kasus jarang dengan angka insiden yang kecil. Sindrom ini seringkali disalahartikan sebagai carpal tunnel syndrome (CTS).(1) Sindrom ini lebih umum terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki.(4) Sindrom ini terjadi dengan rasio 1 – 5% pada seluruh kasus neuropati nervus medianus. Hal ini menyebabkan tidak banyak data yang terkumpulkan mengenai sindrom ini.(3)

Patofisiologi Pronator Teres Syndrome

Salah satu penyebab terjadinya pronator teres syndrome adalah hipertropi otot pronator teres. Gerakan menggenggam atau pronasi yang berulang dan cepat dan dilakukan dalam waktu yang lama seperti memalu, membersihkan piring, dan olahraga tenis akan menyebabkan hipertropi pada otot pronator teres dan akan mengkompresi nervus medianus.(1)

Tanda dan Gejala Pronator Teres Syndrome

Gejala yang umumnya dirasakan pasien dengan kondisi pronator teres syndrome adalah :(1,3,4)

  • Nyeri pada aspek proksimal anterior lengan.
  • Paresthesia, dysesthesia dan paralisis sepanjang jalur inervasi nervus medianus.
  • Kebas dan mati rasa pada telapak tangan (distribusi saraf cabang palmar cutaneous).
  • Kelemahan pada otot yang diinervasi nervus medianus.
  • Hilangnya fungsi sensoris dari tangan dan mencakup telapak tangan dan jari 1 – 4.

Pemeriksaan Fisioterapi Pronator Teres Syndrome

Pemeriksaan fisioterapi yang dapat dilakukan dalam kondisi pronator teres syndrome adalah sebagai berikut

  • Nyeri

Pasien yang mengalami sindrom ini akan merasakan nyeri. Pengukuran nyeri dapat dilakukan dengan menggunakan Visual Analogue Scale (VAS) atau Numeric Pain Rating Scale (NPRS).

  • Kekuatan otot

Dalam beberapa kasus, penderita mengalami penurunan kekuatan otot pada jalur inervasi nervus medianus. Kekuatan otot dapat dinilai dengan menggunakan Manual Muscle Testing (MMT).

  • Tes Spesifik

Pemeriksaan menggunakan tes spesifik dilakukan untuk memastikan diagnosa pronator teres syndrome dan menyingkirkan kemungkinan diagnosa lainnya. Beberapa tes yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :(4)

  1. Resisted Pronation Test

Prosedur : posisikan lengan pasien dalam posisi “netral” dan fleksi elbow. Minta pasien untuk melakukan gerakan pronasi sambil diberi tahanan, dan secara perlahan elbow diekstensikan.

Hasil : jika muncul gejala saat posisi elbow fleksi 120⁰ – 130⁰ dan saat tangan masih full supinasi maka diindikasikan penyebab kompresi adalah lacerus fibrous.  Jika saat proximal interphalangeal joint difleksikan sembari melakukan tes diatas dan muncul nyeri, maka kemungkinan kompresi terjadi pada otot flexor digitorum superficialis.

  1. Pronator Compression Test

Prosedur : posisikan tangan pasien dalam posisi supinasi. Beri tekanan dengan ibu jari pada otot pronator pada kedua lengan pasien.

Hasil : jika terjadi paresthesia pada jari 1,2,3 dan setengah jari 4 dalam waktu 30 detik atau kurang pada lengan yang sakit, sedangkan tidak terjadi pada lengan yang sehat, maka hasil tes positif.

  1. Tinel’s sign

Prosdur : Posisikan lengan pasien supinasi di atas meja, lalu berikan perkusi di area otot pronator teres.

Hasil : tes positif jika muncul paresthesia pada area inervasi nervus medianus hingga jari 1,2,3 dan setengah jari 4. Hasil tinel sign umumnya positif pada onset diatas 4 bulan.

Baca Juga : Penanganan Fisioterapi pada Carpal Tunnel Syndrome (CTS)

Referensi

  1. Dididze, M., Tafti, D., & Sherman, A. L. (2022). Pronator Teres Syndrome. In StatPearls. StatPearls Publishing.
  2. Francisco Serra E Moura, Anil Agarwal, A rare and severe case of pronator teres syndrome, Journal of Surgical Case Reports, Volume 2020, Issue 10, October 2020, rjaa397, https://doi.org/10.1093/jscr/rjaa397
  3. Binder, Harald, et al. “Outcome of Surgical Treated Isolated Pronator Teres Syndromes-A Retrospective Cohort Study and Complete Review of the Literature.” International Journal of Environmental Research and Public Health, vol. 19, no. 1, 2021.
  4. Lee, M.J., LaStayo, P.C., Pronator Syndrome and Other Nerve Compressions That Mimic Carpal Tunnel Syndrome. J Orthop Sport Phys Ther 2004;34:601-609.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Artikel Fisioterapi Terbaru

Play Video